
Ceritanya
Dua puluh tahun setelah perang, dan Cenk masih mimpi buruk tiap malam. Mantan kapten tentara ini dapat kabar, kekasih teman lamanya akan menikah di Dalyan, dan dia nekat pergi ke sana seorang diri. Misi awalnya simpel, cegah pernikahan itu, tapi perjalanan darat yang panjang malah jadi ruang gema untuk setiap suara tembakan yang dulu ia dengar. Kilas balik bertubi-tubi, wajah-wajah yang sudah tiada, dan rasa bersalah yang menggerogoti perlahan mengubah arah tujuannya. Bukan lagi soal menggagalkan pernikahan, melainkan soal bagaimana cara berdamai dengan potongan-potongan dirinya yang hancur di medan tempur. Satu pertanyaan terus mengikutinya, apakah masa lalu bisa benar-benar dikubur?
Kalau suka ini











