
Ceritanya
Diagnosis ALS di usia 35 tahun. Seharusnya itu akhir segalanya. Tapi Steve Gleason, mantan pemain NFL, memutuskan sebaliknya. Dia menyalakan kamera, merekam setiap hari bersama istri dan anaknya yang baru lahir, Rivers. Bukan untuk dokumentasi medis, tapi sebagai surat cinta yang mungkin tak sempat dia sampaikan langsung. Di tengah tubuh yang perlahan mati, Steve justru mendirikan yayasan, menggalang dana, dan bicara di depan Kongres. Mike Gleason, ayahnya, juga muncul dengan luka masa lalu yang belum sembuh. Scott Fujita, sahabatnya, berdiri di sampingnya sepanjang jalan. Tapi yang bikin sesak, kamera tidak pernah memalingkan muka dari realitas paling telanjang. Sebuah film dokumenter yang bukan soal bagaimana mati, tapi bagaimana tetap hidup saat semuanya terasa mustahil.
Kalau suka ini












