
Ceritanya
Kaki palsu dan sarung tinju. Kombinasi yang bikin orang geleng kepala, tapi justru itu yang dibawa pria Jepang ini ke Filipina. Dia datang bukan buat liburan, melainkan untuk latihan jadi petinju profesional di bawah pelatih yang keras dan nggak kenal kompromi. Setiap pukulan yang dilepas, setiap kali tubuhnya jatuh di ring, semuanya terasa lebih berat karena prostetik di kakinya. Tapi dia terus maju, meski banyak yang bilang mimpinya mustahil. Pelatihnya sendiri awalnya ragu, sampai akhirnya melihat api di mata anak buahnya. Pertarungan terbesarnya bukan lawan petinju lain, melainkan melawan bisikan di kepalanya sendiri yang bilang dia nggak akan pernah cukup. Siapa sangka, di balik keterbatasan fisik, justru ada tekad yang paling sulit dipatahkan.
Kalau suka ini












