
Ceritanya
1930-an, Shanghai. Perang gangster lagi panas-panasnya. Di tengah kekacauan itu, seorang pria muncul, niatnya bukan cuma ikut bertarung tapi mengubah peta kekuasaan. Namanya tidak disebut, tapi jejaknya mulai terlihat ketika satu per satu faksi besar mulai goyah. Ada intrik yang lebih dalam dari sekadar rebutan wilayah, dan dendam lama mulai menguak satu per satu. Peter Ho dan Xueqi Wang terlibat dalam pusaran ini, masing-masing dengan agenda sendiri. Persaingan brutal ini bukan soal siapa paling kuat, tapi siapa paling cepat membaca langkah lawan. Ketika bom waktu mulai berdetak, satu pertanyaan menggantung di udara, siapa yang benar-benar memegang kendali permainan ini?
Kalau suka ini










