
Ceritanya
Laut Marmara memerah, tapi bukan karena matahari terbenam. Gallipoli, 1915, dan invasi Sekutu yang seharusnya jadi kemenangan cepat berubah jadi mimpi buruk berdarah. Ribuan tentara Australia dan Selandia Baru yang dipimpin komandan Sekutu terjebak di semenanjung sempit, menghadapi tembakan tanpa henti dari pasukan Ottoman yang bertahan mati-matian di atas bukit. Para jenderal di belakang peta terus menyusun strategi baru, sementara di parit-parit yang penuh lumpur, para prajurit muda bertanya-tanya untuk apa sebenarnya mereka di sini. Dokumenter perang ini, dinarasikan oleh Jeremy Irons dan Sam Neill, merangkai surat, foto, dan rekonstruksi untuk menunjukkan kebrutalan yang sering dilupakan sejarah. Bukan soal peta strategi, tapi soal nyawa yang melayang sia-sia. Ketika debu perang mereda, siapa yang benar-benar pulang sebagai pemenang?
Kalau suka ini











