
Memuat video…
Ceritanya
Pertemuan para pemimpin dunia jadi ajang sandera. KTT G20 mendadak diserbu teroris, dan Presiden Sutton mendapati dirinya bukan cuma kepala negara, tapi satu-satunya yang bisa bergerak di dalam gedung yang terkepung. Putranya ada di antara yang ditawan, ajudannya tewas di depan mata, sementara tekanan dari luar memaksanya mengambil keputusan dalam hitungan menit. Dengan latar militer dan naluri seorang ibu, Sutton mulai menyusun langkah balik, diam-diam memetakan titik lemah penyusup yang mengaku punya agenda politik. Tapi semakin dia menggali, semakin jelas serangan ini bukan soal kebijakan global. Ada motif pribadi yang mengarah ke meja oval. Pertanyaannya, cukupkah naluri seorang presiden untuk selamat dari jebakan yang sudah dirancang bertahun-tahun?
Kalau suka ini












