
Ceritanya
Kursi besi tempat mereka duduk saat makan malam masih terasa dingin, tapi tatapan para instruktur sudah membakar. Letnan Jordan O'Neill nekat ambil jalur yang belum pernah diinjak perempuan sebelumnya: pelatihan SEAL Angkatan Laut AS. Program brutal dengan tingkat kegagalan 60% untuk pria. Fisiknya digebuk habis-habisan setiap hari. Mentalnya diuji sampai titik patah. Rekan setimnya ada yang ragu, atasan diam-diam berharap dia mundur. Tapi Jordan terus maju, langkah kakinya berdarah, rahangnya terkunci. Yang bikin deg-degan bukan cuma rintangan di lapangan, tapi juga perang diam-diam di dalam sistem yang belum siap menerima perempuan di posisi itu. Pertarungannya bukan melawan ombak dan lumpur, melainkan melawan keyakinan yang sudah mengakar puluhan tahun.
Kalau suka ini












