
Ceritanya
Jea-moon, pria paruh baya yang masih terobsesi dengan kenangan masa lalu. Dua puluh tahun lalu, cinta segitiga memisahkannya dari sahabatnya, Hae-hyo. Kini, seorang gadis misterius bernama So-dam mendorong Jea-moon untuk memulai perjalanan ke Jepang. Mencari rekonsiliasi, atau setidaknya jawaban. Di sebuah pub kecil di Fukuoka, ketiganya akhirnya bertemu kembali. Mereka duduk bersama, mempertanyakan apakah luka lama bisa sembuh atau justru semakin menganga. Drama melankolis yang mengalir lambat, seperti waktu yang tak bisa diputar ulang. Yang jadi soal, apakah memaafkan itu sama dengan melupakan?
Kalau suka ini











