
Ceritanya
Satu sambaran petir di malam badai. Itu cukup untuk menghidupkan jahitan mayat di meja laboratorium Dr. Henry Frankenstein. Obsesinya menembus batas kehidupan dan kematian, merakit tubuh dari bagian-bagian yang dicuri dari kuburan, demi menciptakan kehidupan baru. Tapi yang lahir bukanlah manusia sempurna, melainkan makhluk bingung yang langsung ditolak dunia. Masyarakat lari ketakutan, bahkan penciptanya sendiri mundur ngeri. Monster itu berjalan sendirian, tidak mengerti kenapa semua orang menjerit melihatnya. Perlahan kebingungan berubah jadi amarah, dan amarah jadi haus balas dendam. Di film horor tahun 1931 ini, siapa yang lebih layak disebut monster, makhluk jahitan yang haus kasih sayang atau manusia yang menciptakannya lalu lari?
Kalau suka ini












