
Ceritanya
Seorang pendeta yang anaknya meninggal, istrinya pergi, dan Tuhan diam seribu bahasa. Itulah Pendeta Toller, yang setiap hari mengurus First Reformed, gereja tua sepi yang lebih mirip museum daripada rumah ibadah. Malam harinya ia tenggelam dalam alkohol, paginya ia berkhotbah di kursi kosong. Lalu Mary datang. Seorang jemaat hamil yang suaminya, Michael, aktivis lingkungan, yakin planet ini sudah tamat. Michael ingin Mary menggugurkan anaknya. Toller diminta bicara padanya. Tapi semakin dalam ia mendengar kekhawatiran Michael, semakin terguncang imannya sendiri. Pertanyaan soal dosa, harapan, dan apakah gereja cuma alat penenang orang sekarat mulai meracuni pikirannya. Di titik paling gelap, Toller diam-diam menyusun sesuatu. Yang bikin ngeri: kita nggak tahu dia akan jadi apa, penyelamat atau penghancur.
Kalau suka ini











