
Ceritanya
Jamal Wallace jago basket dan nulis, dua hal yang jarang nyambung di Bronx. Tapi bakat nulisnya bikin dia diterima di sekolah elit Manhattan, tempat ia harus membuktikan diri di tengah tekanan rasial dan ekspektasi akademik yang menggunung. Di sana, diam-diam ia berteman dengan William Forrester, penulis legendaris yang sudah bertahun-tahun mengurung diri di apartemen gelapnya. Forrester setuju jadi mentornya dengan satu syarat, Jamal nggak boleh kasih tahu siapa pun. Tapi rahasia itu sulit ditutup-tutupi ketika profesor sastra di sekolah mulai curiga ada yang aneh dengan tulisan Jamal. Persahabatan dua jiwa yang sama-sama terisolasi ini pelan-pelan mengubah cara mereka memandang dunia. Yang bikin penasaran, apa yang lebih berat dihadapi Jamal, prasangka orang-orang di sekitarnya atau beban untuk jadi sebaik yang Forrester kira?
Kalau suka ini












