
Ceritanya
Jepang 1945, kota hancur, dan seorang pemuda Korea berdiri di tengah puing. Cita-citanya jadi pilot tempur, tapi kenyataan berkata lain. Yang ia temui bukan kokpit, melainkan tinju dan trotoar. Di antara tentara Amerika yang menduduki negeri, yakuza yang mengatur bayangan, dan rasisme yang menempel di kulitnya, ia belajar satu hal: takdir tidak memilih jalan, takdir dipukul balik. Aya Hirayama dan Masaya Kato membintangi drama biografi aksi ini, mengikuti langkah seorang petarung jalanan yang bukan cuma melawan musuh di luar, tapi juga ketakutannya sendiri: gagal. Setiap pertarungan terasa seperti perang kecil, dan di ujung jalan yang gelap, hanya satu yang bisa menang—apakah jiwanya yang rapuh atau tinjunya yang keras?
Kalau suka ini











