
Ceritanya
Mobil sport merah itu menabrak seorang pejalan kaki di tengah malam. Rafael, anak tunggal konglomerat properti, panik bukan main. Daripada lapor polisi, dia pilih telepon pengacara keluarga dan menutup-nutupi semuanya. Keesokan harinya, berita kecelakaan hilang dari media. Tapi diam-diam, seseorang mulai mengirim amplop berisi foto TKP ke rumahnya, lengkap dengan sidik jari yang seharusnya sudah dihapus. Masa lalu Rafael yang ia kira sudah terkubur rapi, perlahan muncul ke permukaan lewat teror yang semakin pribadi. Yang bikin ngeri, pengirimnya sepertinya kenal Rafael sejak kecil, bahkan tahu ruang rahasia di kamarnya. Ketika sahabat masa kecilnya yang hilang 15 tahun lalu tiba-tiba muncul di gerbang rumah, Rafael sadar kecelakaan itu cuma pemicu. Ada dendam yang sudah dimasak jauh lebih lama.
Kalau suka ini












