
Ceritanya
Dua ilmuwan perempuan, Michelle Fournet dan Ellen Garland, di belahan bumi berbeda, punya satu obsesi yang sama: paus. Fournet di Alaska merekam nyanyian paus bungkuk untuk memahami bahasa mereka. Garland di Pasifik Selatan meneliti bagaimana lagu-lagu itu menyebar antar populasi seperti tren musik bawah laut. Keduanya bekerja melawan waktu, cuaca ekstrem, dan dana penelitian yang selalu menipis. Tapi yang bikin penasaran, paus-paus itu ternyata lebih pintar dari yang kita kira. Mereka bukan cuma bernyanyi, mereka saling meniru dan mengubah lagu lintas samudra. Apa yang sebenarnya mereka bicarakan selama ini?
Kalau suka ini












