Ceritanya
Sejak Franco pergi saat Luigi baru sepuluh tahun, Luigi yang harus jadi kepala keluarga. Ia merawat ibu dan adiknya sendirian, tumbuh dengan amarah yang tak pernah benar-benar ia mengerti cara membuangnya. Bergabung dengan geng ekstremis sayap kanan jadi pelarian, di sana ia menemukan rasa memiliki yang tak pernah ia dapat di rumah. Tapi semua itu goyah ketika Franco tiba-tiba muncul lagi. Ayah yang sama, yang dulu pergi tanpa penjelasan, sekarang berdiri di depan pintu. Luigi yang sudah susah payah membangun tembok pelindung, harus berhadapan lagi dengan sosok yang jadi akar semua lukanya. Francesco Di Leva dan Francesco Gheghi membawa dinamika ayah dan anak ini ke ranah thriller psikologis yang kental. Yang jadi pertanyaan, siapa yang sebenarnya lebih berbahaya, ayah yang pergi atau anak yang tumbuh tanpa dia.
Kalau suka ini













