
Ceritanya
Jepang 1944. Hakim Murayama punya kekuasaan militer mutlak, dan dia menggunakannya untuk menyiksa siapa pun yang dicurigai melawan rezim. Namiji Kikushima, perempuan muda yang dituduh membantu gerakan anti-pemerintah, ditangkap bersama seorang aktor kabuki lokal. Mereka digantung dengan tali, diikat, dipukuli, dan disiksa setiap hari di dalam penjara bawah tanah. Hakim dan asistennya, Kayo, menikmati setiap jeritan. Lalu datang Taoka, rekrutan militer baru yang diam-diam jatuh cinta pada Namiji. Dia satu-satunya yang bisa membuka pintu sel, tapi satu langkah salah berarti nyawanya sendiri melayang. Apakah cinta cukup kuat untuk melawan mesin perang yang sadis?
Kalau suka ini












