
Ceritanya
Vincent Chase duduk di kursi sutradara, ide filmnya ambisius, dan semuanya mulai kacau sejak hari pertama syuting. Anggaran membengkak, kru mulai resah, dan produser mulai cabut satu per satu. Ari Gold, yang biasanya bisa melobi siapa pun, kali ini mentok di meja eksekutif Hollywood yang dingin dan penuh syarat. Sementara itu, E malah sibuk mikirin hubungan masa lalu, bukan jadwal produksi. Drama di lokasi syuting nggak kalah ramai dari pesta-pesta liar yang mereka gelar tiap malam. Ujung-ujungnya, bukan cuma film yang taruhannya besar, tapi persahabatan mereka juga. Siapa sangka kredit terakhir bukan soal layar, tapi soal siapa yang masih mau bertahan.
Kalau suka ini












