
Memuat video…
Ceritanya
Kokko baru delapan tahun, tapi matanya sering kosong menatap langit-langit. Lebih nyaman menyendiri di kamar daripada main lompat tali bareng tetangga. Di balik raut wajahnya yang cemberut, dia menyimpan tumpukan pertanyaan yang membuat orang dewasa di sekitarnya cuma garuk-garuk kepala. Kenapa orang dewasa selalu bilang "nanti juga paham" padahal jawabannya nggak pernah datang? Kokko merasa jadi alien yang nyasar di rumah sendiri, tempat semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing. Apakah dunia bakal pernah ngerti seorang anak kecil yang cuma butuh didengar, bukan disuruh diam? Atau jangan-jangan, jawabannya memang nggak ada, dan Kokko harus mencarinya sendiri di antara celah-celah kesunyian itu?
Kalau suka ini











