
Ceritanya
Mimpi yang sama setiap malam. Ben bisa melihat putrinya masih hidup, tertawa, memanggilnya dari balik pintu kamar. Setelah kematian sang anak dalam kecelakaan, obsesi ini menggerogoti Ben pelan-pelan. Dia mulai mencatat setiap detail mimpi, mencoba mencari celah untuk mengubah semuanya. Istrinya khawatir, Stephen Dorff sebagai Ben makin tenggelam dalam dunianya sendiri. Makin dalam ia menyelam, batas antara sadar dan tidur makin tipis, sampai suatu malam dia nggak yakin lagi mana yang nyata. Apakah mimpinya benar-benar tawaran kedua, atau jebakan psikologis yang perlahan menghancurkannya? Kebenaran di balik tidurnya, mungkin, lebih baik tidak pernah ditemukan.
Kalau suka ini











