
Ceritanya
1942, dan kapal Lisbon Maru yang membawa tawanan perang Inggris baru saja ditorpedo di perairan lepas Dongji. Lautan penuh mayat dan yang selamat berjuang melawan arus. Para nelayan setempat melihat dari kejauhan, tahu persis apa artinya menyelamatkan seragam musuh di tengah pendudukan Jepang. Tapi mereka tetap meluncurkan perahu. Lebih dari tiga ratus tentara Inggris ditarik ke darat dalam diam, sementara patroli Jepang mulai menyisir pulau. Yilong Zhu dan Lei Wu memimpin kelompok yang menyembunyikan orang-orang ini di gua dan gudang tua. Setiap langkah salah berarti eksekusi massal. Tidak ada yang bisa dipercaya, tidak ada yang aman. Yang tersisa cuma keberanian nekat dan pilihan antara diam atau mati demi orang asing.
Kalau suka ini











