
Ceritanya
Anjing itu tinggal sendirian di rumah. Kakeknya juga, sejak nenek tiada dan status duda melekat di namanya. Dari London, sang cucu pulang, membawa kesepian yang tak sempat ia ceritakan lewat telepon. Animasi pendek besutan Marta Reis Andrade ini menyatukan tiga kesunyian dalam satu atap, tanpa perlu banyak dialog, hanya gerak dan diam yang sama-sama bicara. Sang cucu mencari alasan untuk tinggal, sang kakek mencari alasan untuk bangun pagi, dan si anjing, entah mengerti atau tidak, selalu ada di ruang yang sama. Ikatan itu tumbuh pelan, bukan lewat percakapan besar, tapi dari hal-hal kecil yang kebetulan banget terjadi bersamaan. Apakah kesepian bisa sembuh hanya karena ada makhluk lain di rumah?
Kalau suka ini











