
Ceritanya
Seorang pria menulis surat keluhan ke mesin penjual permen. Bukan karena permennya nyangkut, tapi karena dia butuh seseorang untuk mendengar. Davis baru saja kehilangan istrinya dalam kecelakaan mobil. Alih-alih menangis atau marah, dia malah mulai membongkar rumahnya sendiri, lemari es, wastafel, semuanya. Surat-suratnya yang absurd itu sampai ke Karen, perempuan yang bekerja di customer service. Dia juga sedang hancur, diam-diam. Pertemuan mereka bukan romansa biasa. Mereka saling pinjam palu, bongkar tembok, dan menemukan cara aneh untuk merasa hidup lagi. Tapi ketika proses pembongkaran itu makin dalam, Davis mulai sadar mungkin yang dia cari bukan rumah baru, melainkan jawaban yang selama ini dia hindari. Apa jadinya kalau kau harus menghancurkan segalanya dulu untuk benar-benar melihat isi hatimu?
Kalau suka ini











