Ceritanya
Arnold si tikus yakin hidupnya adalah panggung teater. Setiap wajah yang dia temui, setiap suara yang dia dengar, semua terasa direkayasa. Krisis paruh baya membuatnya makin paranoid, apalagi masalah pribadi mulai menumpuk dari rumah sampai tempat kerja. Istri, teman, bahkan bayangannya sendiri mulai terlihat asing. Dalam kepalanya, realitas adalah ilusi besar yang sengaja dipasang, dan Arnold bertekad membongkar semuanya. Pencariannya membawa dia ke lorong-lorong gelap ingatan, ke sudut-sudut yang selama ini dia hindari. Tapi semakin dalam dia menggali, semakin kabur batas antara yang nyata dan yang palsu. Kebenaran yang menunggu di ujung jalan mungkin bukan jawaban yang dia cari, melainkan pertanyaan baru yang lebih mengerikan. Apakah Arnold cukup kuat menerima kenyataan bahwa tidak ada yang asli di dunia ini?
Kalau suka ini













