
Ceritanya
Penjara tidak menghapus rasa bersalah. Tiga tahun di balik jeruji malah bikin mimpinya penuh wajah korban yang dulu ia tagih dengan kasar. Kini bebas, mantan debt collector ini justru kembali ke dunia yang sama, bukan buat menagih utang, tapi buat balas dendam. Ia tahu waktunya pendek. Penyakit terminal menggerogoti tubuhnya dari dalam, dan daftar orang yang harus ia habisi masih panjang. Setiap langkah membawanya ke musuh lama, sekaligus ke potongan masa lalu yang ia coba lupakan. Tapi di balik amarah, ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya. Mana yang lebih penting, membalas dendam atau memperbaiki kesalahan sebelum semuanya benar-benar terlambat?
Kalau suka ini











