
Ceritanya
Samuel L. Jackson jadi narator yang entah serius entah nggak. Hugh Grant dan Kumail Nanjiani ikut nimbrung, masing-masing jadi karakter fiktif yang mewakili sisi absurd dari tahun itu. Pandemi, lockdown, pemilu, semua diaduk jadi satu dalam komedi satir ini. Nggak ada yang aman dari olok-olok, mulai dari kebijakan pemerintah sampai tren aneh yang viral di media sosial. Adegan demi adegan mengingatkan betapa konyolnya manusia saat menghadapi krisis global. Tapi di balik tawa, ada rasa getir yang nyangkut di tenggorokan. Bagaimana caranya kita bertahan saat kenyataan lebih gila dari fiksi?
Kalau suka ini












