
Ceritanya
Bom meledak di kantor polisi Jepang di Seoul, 1920. Kim Chang-soo, pemuda yang dulu cuma mau hidup tenang, tiba-tiba dijebloskan ke penjara karena dituduh membunuh pelaku pembunuhan Ratu Myeongseong. Di dalam sel, dia melihat langsung bagaimana penjajah memperlakukan tahanan politik, siksaan setiap hari, dan eksekusi tanpa pengadilan. Perubahan terjadi pelan tapi pasti. Dari anak petani yang nggak peduli politik, Chang-soo mulai belajar tentang perlawanan dari sesama tahanan. Mereka mengajarinya bahasa, strategi, dan arti kemerdekaan. Ketika akhirnya bebas, dia bukan orang yang sama lagi. Tapi Jepang juga nggak tinggal diam, jejak perlawanannya sudah terendus, dan buruan dimulai. Siapa sangka, dari balik jeruji, lahir simbol yang paling ditakuti penjajah?
Kalau suka ini











