
Ceritanya
Empat kali menyeberangi sungai yang sama di tengah malam. Itu bukan kegilaan, itu strategi. Mao Zedong memimpin Pasukan Merah melintasi Sungai Chishui berulang kali, memecah kebuntuan melawan musuh yang jauh lebih kuat. Setiap penyeberangan adalah perjudian, setiap tikungan bisa berarti akhir. Pasukan yang lelah, medan yang tak kenal ampun, dan keputusan yang harus dibuat dalam hitungan detik. Taktik gerilya yang mereka susun berubah menjadi legenda, bukan cuma soal bertahan, tapi soal mengubah arah perang. Dengan aktor Ye Liu dan Lei Wang membawakan tokoh-tokoh kunci di tengah baku tembak dan strategi yang saling mengecoh. Perang selalu punya dua sisi, tapi yang satu ini menulis ulang arti kata "tak terkalahkan". Apakah sungai itu benar-benar bisa dijinakkan, atau justru yang menelan mereka semua?
Kalau suka ini











