
Ceritanya
Brooklyn, tidak terlalu jauh dari sekarang. Seorang eksekutif iklan jenuh dengan rutinitas yang itu-itu saja, sampai sebuah teknologi Augmented Reality baru masuk ke hidupnya. Diam-diam ia mulai menjalin perselingkuhan virtual dengan pacar sahabatnya sendiri, memanfaatkan simulasi digital yang terasa nyata. Lambat laun batas antara dunia nyata dan fantasi buatan jadi kabur, dan obsesinya terhadap kesempurnaan digital mulai menggerogoti hubungan yang benar-benar ia miliki. Semakin dalam ia tenggelam, semakin sulit membedakan mana yang asli dan mana yang hanya proyeksi. Pada titik tertentu, kendali bukan lagi di tangannya.
Kalau suka ini










