
Ceritanya
Desa itu terbakar, dan Florya, anak laki-laki yang baru beranjak remaja, memilih lari ke hutan. Bertentangan dengan keinginan keluarganya, ia bergabung dengan pejuang perlawanan yang kelelahan, mencari arti perang yang belum ia pahami. Di tengah kekacauan itu, ia bertemu Glasha, seorang gadis yang kemudian mendampinginya kembali ke desa. Yang mereka temukan bukan rumah, melainkan puing-puing yang masih berasap. Perlahan, kepolosan Florya terkikis oleh kengerian yang dipaksanya saksikan, trauma Perang Dunia II yang membentuk ulang jiwanya. Aleksey Kravchenko memerankan Florya dengan tatapan yang kosong, sementara deru musik Wagner mengiringi kehancuran itu. Ketika desa terakhir kali mereka lihat, pertanyaannya bukan lagi tentang bertahan hidup. Apa yang tersisa dari seorang anak yang telah melihat terlalu banyak?
Kalau suka ini











