
Ceritanya
Kolonel Robert Sikes dulu tentara, sekarang jadi algojo jalanan. Tak ada sidang, tak ada pengadilan. Cukup peluru dan senyum tipis buat para bandit, mafia, sampai politikus busuk yang meracuni kota. Tapi mantan anak didiknya sendiri, William Porter, justru membelot, bergabung dengan polisi untuk memburu Sikes. Porter kenal semua trik gurunya, setiap taktik gerilya, setiap sudut gelap yang biasa dipakai buat bersembunyi. Di sisi lain, Sikes punya alasan sendiri kenapa ia memilih jalan ini, dan alasan itu lebih dalam dari sekadar dendam. Pertarungan dua mantan prajurit ini bukan cuma soal siapa yang lebih dulu tumbang, tapi apakah keadilan yang mereka perjuangkan masih punya bentuk yang sama.
Kalau suka ini











