
Ceritanya
Empat tahun di balik layar Balai Kota Boston. Kamera mengikuti Wali Kota Marty Walsh dari rapat pagi hingga telepon tengah malam. Bukan soal pidato megah atau jabat tangan seremonial, melainkan perjuangan harian melawan ketidakadilan rasial yang mengakar. Krisis perumahan menggusur keluarga kelas pekerja. Aksi iklim mendesak keputusan cepat. Setiap kebijakan harus bersinggungan dengan suara warga yang berteriak di aula pertemuan, ada yang marah, ada yang putus asa. Dokumenter ini tidak menjauh dari kerumitan birokrasi, justru menyelaminya. Diiringi lagu ikonik yang akrab di telinga, kita melihat demokrasi bukan sebagai konsep abstrak, tapi sebagai sesuatu yang kotor, lambat, dan kadang menyakitkan. Siapa sangka di balik tumpukan dokumen dan debat alot, ada cinta yang membara pada kota ini. Pertanyaannya, apakah cinta itu cukup untuk mengubah segalanya?
Kalau suka ini












