
Ceritanya
Ayah mereka baru saja meninggal. Bukan duka yang jadi soal, tapi warisan berupa puluhan kanvas setengah jadi sang seniman terkenal. Tiga anaknya, yang nggak satu pun jago melukis, ambil keputusan nekat: rekrut pemalsu handal. Ide mereka sederhana, selesaikan karya ayah, jual diam-diam, kantongi duit warisan. Masalahnya, si pemalsu ternyata punya ego setinggi langit, dan satu per satu saudara mulai saling curiga siapa yang paling diuntungkan. Michaela Coel dan James Corden jadi dua dari anak yang saling lempar sindir di setiap adegan. Yang bikin runyam, si pemalsu malah mulai merasa karya ini lebih milik dia daripada keluarga. Antara serius dan absurd tipis banget batasnya, dan mereka semua berdiri persis di garis itu. Ujung-ujungnya, warisan bukan soal uang lagi, tapi soal siapa yang paling pantas disebut penerus.
Kalau suka ini











