
Ceritanya
Pyongyang butuh gereja, dan itu bukan lelucon. Di tengah sanksi internasional yang mencekik, Korea Utara meminta bantuan LSM asal Hungaria untuk membangun rumah ibadah di ibu kota mereka, sebuah upaya nekat menembus pembatasan yang ada. LSM itu mengusulkan ide yang lebih gila, pertemuan kebangunan rohani besar-besaran yang melibatkan paduan suara internasional. Rencana yang awalnya terkesan muskil itu ternyata mulai berjalan, dan diam-diam menarik perhatian Kementerian Keamanan Korea Utara. Seo Dong-won dan Jung-Wan Han memerankan tokoh-tokoh yang terseret dalam permainan politik dan iman yang pelik. Komedi drama musikal ini menggaruk sisi absurd dari diplomasi, di mana nyanyian pujian bisa jadi senjata paling halus. Tapi ketika aparat keamanan mulai ikut campur, pertanyaannya bukan lagi apakah paduan suara akan tampil, melainkan siapa yang sebenarnya mengendalikan nada di balik layar.
Kalau suka ini












