
Ceritanya
Bolivia, bukan Kuba. Itu yang pertama kali sadar saat Che Guevara turun dari pesawat, senyumnya tipis, matanya mengukur hutan yang tak ia kenal. Bersama segelintir gerilya, ia coba kobarkan api revolusi di tanah asing, medannya ganas, logistiknya hampir habis, dan penduduk lokal lebih takut dari pada simpati. Pasukan tentara Bolivia yang dilatih CIA terus mengepung, satu per satu anak buahnya gugur atau kabur. Che tetap teguh pada idealismenya meski kenyataan di lapangan mulai berbalik melawannya. Siapa sangka mimpi menyulut perubahan besar justru berubah jadi perang gerilya paling sunyi dan getir sepanjang hidupnya.
Kalau suka ini












