
Ceritanya
Konoha diam di antara tumpukan naskah yang belum selesai. Gairahnya menguap entah kemana, padahal tiga gadis di sekelilingnya justru membara dengan hasrat sastra masing-masing. Ada yang menulis puisi di tengah malam, ada yang sibuk mengedit novel terakhir, dan satu lagi diam-diam menaruh rasa pada kata-kata yang ditulis Konoha. Konflik cinta mulai menggerogoti, sementara kata-kata yang dulu jadi pelarian kini berubah jadi medan perang. Dia harus memilih, antara masa lalu yang masih meninggalkan luka atau masa depan yang gelap dan belum jelas bentuknya. Siapa sangka menulis ulang hidup ternyata lebih sulit daripada menulis ulang naskah?
Kalau suka ini











