
Ceritanya
Tinju di Brooklyn. Luka perang Bosnia. Detik-detik kelahiran di Nigeria. Semua pernah lewat di lensa Kirsten Johnson, sinematografer dokumenter yang sudah keliling dunia lebih dari dua puluh lima tahun. Tapi ini bukan kumpulan rekaman biasa. Johnson menyusun ulang footage-nya sendiri, potongan-potongan yang ternyata menyimpan pertanyaan soal etika: sejauh mana seorang perekam boleh ikut campur, dan kapan dia harus diam di balik kamera. Ada momen dia dekat sekali dengan subjeknya, ada juga yang diam-diam dia hindari. Film dokumenter 2016 ini tidak menjelaskan semuanya, malah membiarkan penonton menebak sendiri batas antara pengamat dan yang diamati. Yang bikin penasaran, kenapa justru gambar-gambar paling sederhana yang paling lama tinggal di kepala?
Kalau suka ini












