
Ceritanya
Liliya pulang dari perang, tapi perangnya belum selesai. Bekas prajurit Ukraina itu kembali ke rumah dengan luka di tubuh dan sesuatu yang lebih berat di kepala, trauma yang nggak bisa dia jelaskan ke siapa pun. Suaminya berusaha mengerti, anak perempuannya masih terlalu kecil untuk paham kenapa Mama sering diam melamun. Yang bikin runyam, Liliya hamil, dan itu bukan dari suaminya. Di tengah tekanan keluarga dan stigma lingkungan, dia harus memilih antara diam atau bicara. Tapi apa kata orang kalau tahu kebenarannya? Dan yang lebih penting, apa kata Liliya pada dirinya sendiri?
Kalau suka ini











