
Ceritanya
Seorang ibu yang mulai lupa siapa anaknya sendiri, dan seorang ayah yang tak pernah lelah merawatnya. Naoko Nobutomo, sang putri, memutuskan merekam keseharian mereka dengan kamera, bukan untuk dokumentasi medis, tapi untuk menangkap cinta yang tersisa di sela-sela demensia. Ayahnya, Fumiko Nobutomo, jadi pengasuh utama, kadang kewalahan, kadang tertawa sendiri. Ibu yang dulu tegas kini sesekali manggil Naoko dengan nama orang lain. Ada momen haru saat sang ayah masih bersikap romantis, meski istrinya sudah tak ingat siapa dirinya. Film dokumenter ini nggak pakai dramatisasi, hanya rekaman jujur dari sudut pandang anak yang tak rela kehilangan. Yang bikin Naoko bertahan merekam setiap hari, apa yang ia cari dari senyum ibunya yang kosong?
Kalau suka ini











