
Ceritanya
Yuliya pernah punya segalanya. Karir MMA-nya naik, kekasihnya ada di sisinya. Lalu perang datang dan ambil semuanya. Dia tenggelam dalam kehilangan, nyaris menyerah pada hidup. Tapi diam-diam, dia coba bangkit, membuka hati untuk hubungan baru bersama pria lain. Pertarungan di oktagon memang brutal, tapi luka di dalam dada jauh lebih sakit. Lagu-lagu melankolis mengiringi setiap langkah Yuliya antara ring latihan dan kamar kosong. Bisakah cinta kedua benar-benar menyembuhkan patahan akibat perang, atau hanya plester sementara di luka yang masih menganga?
Kalau suka ini












