
Ceritanya
Tahun 1565, ibu kota Ayothaya lumpuh. Wabah misterius menyebar cepat, bawa kematian dan kegilaan dalam hitungan hari. Penduduk mulai saling tuduh, kambing hitam jatuh pada pedagang asing yang konon bawa kutukan dari lautan. Tapi Chaat Arthachinta sebagai salah satu yang selamat mulai curiga, ada pola aneh di balik penyebaran penyakit ini. Bukan sekadar bakteri atau racun, melainkan sesuatu yang hidup dan bergerak dengan kesadaran sendiri. Korban berjatuhan tanpa suara, mayat-mayat ditemukan dengan ekspresi ngeri yang sama. Sementara Narucha Chaimareng berusaha mengungkap asal-usul kegelapan ini, ia sadar bahwa teror yang tak terlihat itu bukan dari luar, melainkan sudah lama bersarang di antara mereka. Siapa yang bisa dipercaya ketika wabah dan kutukan jadi satu?
Kalau suka ini











