
Ceritanya
Detektif Ritter masih dihantui tragedi keluarganya, dan itu justru jadi beban saat dia dipanggil ke tempat pembantaian di sebuah sekolah. Mayat-mayat berserakan, tidak ada saksi, tidak ada motif yang masuk akal. Kasus ini sudah aneh sejak awal, tapi semakin gelap ketika seorang pastor Vatikan muncul dan bilang ada kekuatan jahat yang jauh lebih tua dari apa pun yang pernah mereka lawan. Bukan manusia, bukan sekadar pembunuh berantai, sesuatu yang sudah mengintai jauh sebelum sekolah itu berdiri. Ritter yang masih rapuh harus memutuskan, percaya pada hal-hal yang tak masuk akal atau terus mengejar penjelasan logis yang tak pernah nyambung. Tobin Bell tampil sebagai sosok yang tahu lebih banyak dari yang dia ceritakan, dan setiap kata-katanya bikin bulu kuduk berdiri. Semakin dalam Ritter menyelidiki, semakin jelas bahwa tragedi keluarganya mungkin bukan kebetulan. Sampai di mana dia berani melangkah sebelum semuanya benar-benar terlambat?
Kalau suka ini











