
Ceritanya
Seorang imam duduk di ruang pengakuan yang sepi. Di depannya, bukan umat yang menyesali dosa, melainkan seorang pria luka bersenjata yang membawa dendam lama. Gereja jadi satu-satunya saksi. Di luar, waktu berhenti. Di dalam, pertarungan bukan hanya soal nyawa, tapi juga moral. Imam itu harus memilih antara membela kebenaran atau melindungi dirinya sendiri. Setiap kata yang diucapkan terasa seperti peluru yang siap meledak. Yang bikin tegang, pria itu tidak datang untuk mengaku dosa, melainkan untuk menuntut balas. Siapa yang akan keluar hidup-hidup dan dengan jiwa yang masih utuh?
Kalau suka ini












