Ceritanya
Tato di punggungnya bukan sekadar hiasan, tapi peta dari setiap nyawa yang sudah dia ambil. Seorang pembunuh bayaran dingin yang nggak pernah gagal, sampai suatu malam dia bertemu gadis SMA di taman yang salah. Bukan target, bukan ancaman, cuma anak kecil yang bercerita soal bintang sambil nangis. Tanpa sadar, pertemuan singkat itu mulai menggerogoti tembok yang dia bangun selama bertahun-tahun. Misi berikutnya datang, dan dia harus pilih: selesaikan kontrak atau lindungi satu-satunya manusia yang bikin dia merasa hidup lagi. Antara pisau lipat yang setia atau senyum yang baru dia temukan, mana yang bakal dia pegang erat?
Kalau suka ini












