
Ceritanya
Novelis Monk Ellison muak. Karya sastranya dianggap "kurang hitam" oleh penerbit, sementara buku karangan teman-temannya yang penuh stereotip laris manis. Dalam frustrasi yang memuncak, dia menulis novel parodi absurd dengan nama pena Stagg R. Leigh, iseng-iseng menjadikannya ajang ejekan terhadap industri yang mengidolakan kemiskinan dan kekerasan kulit hitam. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, bukunya dibeli studio film besar dengan harga selangit. Monk terjebak dalam skema yang dia ciptakan sendiri, harus terus mempertahankan persona palsu sambil keluarganya berantakan di belakang. Antara integritas dan cek royalti, mana yang lebih nyata?
Kalau suka ini












