
Ceritanya
Gadis kecil dari Malaysia itu nekat ke Singapura, modal mimpi jadi bintang. Nggak punya koneksi, nggak punya modal, cuma nekat dan secangkir kopi setiap pagi dari Ah Seng, asisten kedai kopi pemalu yang diam-diam mendukungnya dari belakang layar. Dunia hiburan Singapura ternyata keras, penuh penolakan dan orang-orang yang meremehkan mimpinya. Tapi dia terus maju, kadang lucu, kadang nyesek, dan Ah Seng selalu ada walau cuma bisa ngasih semangat lewat senyum. Antara mimpinya di panggung dan perasaan yang mulai tumbuh di kedai kopi, mana yang lebih dulu nyata?
Kalau suka ini











