
Ceritanya
Adama baru berusia dua belas tahun dan belum pernah meninggalkan desanya di balik Tebing. Di sana aman dari "tanah napas", kerajaan roh jahat yang haus perang. Tapi ketika kakaknya, Samba, raib begitu saja, Adama nekat keluar. Ia dibantu seorang griot bijak dan anak jalanan pemberani, lalu menyeberangi lautan. Sampailah ia di Eropa tahun 1914, tepat saat Perang Dunia I mengamuk. Medan lumpur, dentuman meriam, dan wajah-wajah asing di sekelilingnya. Bocah itu mencari Samba di tengah garis depan pertempuran, tempat logika perang tak pernah ramah pada anak-anak. Cinta pada kakak mungkin satu-satunya kompas yang ia punya, tapi apa jadinya kalau yang ditemukan di ujung peluru bukan saudara, melainkan sesuatu yang mengubah segalanya?
Kalau suka ini












