
Ceritanya
Sampul majalah yang dia lihat di rak itu—wajahnya sendiri. Beth tahu fotonya diambil diam-diam, dan dia penasaran siapa yang memotretnya. Bukan sekadar rasa ingin tahu, ada sesuatu dari hasil jepretan itu yang terasa personal. Dengan modal nekat dan alamat studio usang di kartu nama yang nyangkut di amplop, dia mulai mencari fotografer misterius itu. Ternyata jejaknya membawa Beth ke sebuah kota kecil dan seorang pria bernama Jake yang lebih suka kamera analog daripada basa-basi. Mereka mulai menghabiskan waktu bersama, obrolan ringan berubah jadi tawa, dan tawa perlahan terasa seperti sesuatu yang lebih dalam. Tapi Beth masih belum tahu apakah Jake benar-benar fotografer yang dia cari.
Kalau suka ini












