
Ceritanya
Astrid tampil di panggung, penonton tertawa. Di luar panggung, ia hamil. Dokter bilang bayinya punya Down syndrome dan cacat jantung. Keputusannya harus segera diambil. Suaminya, Markus, ada di sisinya, tapi mereka mulai tarik ulur. Astrid seorang seniman kabaret yang sukses, hidupnya penuh sorotan. Sekarang ia harus memilih antara melanjutkan kehamilan atau tidak, dan pilihan itu tidak hitam putih. Ada teman yang mendukung, ada yang diam-diam menghakimi. Di tengah semua itu, tubuhnya terus berubah, janinnya terus tumbuh, dan waktu tidak menunggu. Siapa sangka tawa di panggung bisa berubah jadi perang batin yang sunyi?
Kalau suka ini












