
Ceritanya
Jumat ketiga belas. Tanggal yang sama dengan malam pembunuhan bertahun-tahun lalu. Sekelompok teman yang doyan tantangan memutuskan balik ke lokasi yang dulu jadi tempat favorit seorang pembunuh paling sadis. Mereka pikir ini cuma petualangan seru, bikin konten, cari sensasi. Ternyata mereka lupa satu hal penting: sejarah suka berulang. Begitu malam tiba dan kabut mulai turun, suasana berubah. Pintu-pintu terkunci sendiri, suara langkah kaki di lorong kosong, dan bayangan yang bergerak tanpa tubuh. Garis antara pemburu dan yang diburu perlahan hilang. Khu dan David E. Cazares jadi dua dari sekian banyak yang mulai sadar mereka bukan lagi yang mengejar. Lalu siapa sebenarnya yang mengundang mereka pulang?
Kalau suka ini












