Kalau kekuatan sihir jadi standar kelulusan, murid tanpa bakat cuma jadi bahan tertawaan. Mo Fan sudah lewat fase itu. Dari anak yang cuma bisa mengandalkan elemen api seadanya, dia kini berdiri di antara penyihir-penyihir yang jauh lebih berpengalaman. Musuh lamanya belum hilang, dan yang baru sudah menunggu di depan. Sekolah, turnamen, dan intrik antar-klan penyihir bercampur jadi satu. Lalu ada satu rahasia yang membuat Mo Fan jadi incaran banyak pihak, dan dia sendiri belum tahu harus percaya siapa.